<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:. A Journey To Istiqamah</title>
	<atom:link href="http://muliaok.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muliaok.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2009 22:53:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='muliaok.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4174895a22ab4258da51245ede505e3a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:. A Journey To Istiqamah</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>catatan perjalanan</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2009/04/30/catatan-perjalanan/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2009/04/30/catatan-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 22:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2009/04/30/catatan-perjalanan/</guid>
		<description><![CDATA[hari itu sengaja pergi ke slawi hanya untuk bertemu denganmu, karena sudah hampir 
setengah tahun tidak bertemu. rindu rasanya hati ini!!! sebuah kerinduan yang luar 
biasa.entah kenapa, yang jelas hanya ingin bertemu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;sebuah pemandangan yang 
tampak beda, ternyata tidak kusadari selama ini bahwa usiamu semakin tua, keriput 
diwajahmu semakin banyak. sebuah penyesalan yang luar biasa ketika diri ini sadar akan 
hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=28&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>hari itu sengaja pergi ke slawi hanya untuk bertemu denganmu, karena sudah hampir <br />
setengah tahun tidak bertemu. rindu rasanya hati ini!!! sebuah kerinduan yang luar <br />
biasa.entah kenapa, yang jelas hanya ingin bertemu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;sebuah pemandangan yang <br />
tampak beda, ternyata tidak kusadari selama ini bahwa usiamu semakin tua, keriput <br />
diwajahmu semakin banyak. sebuah penyesalan yang luar biasa ketika diri ini sadar akan <br />
hal itu, kenapa dari dulu tidak memuliakanmu. perjuanganmu yang tak kenal lelah untuk <br />
membahagiakan keluarga, dengan hidup sederhana atau malah sangat sederhana.tinggal <br />
jauh dari rumah hanya untuk memastikan anak-anakmu makan dengan enak, hidup dengan <br />
nyaman, pakaian yang tercukupi.meyakinkan keluargamu bahwa pilihan hidup di slawi <br />
adalah yang terbaik, dengan begitu penghasilan akan bertambah walaupun dengan jauh <br />
dari keluarga.</p>
<p>malu rasanya diri ini menyaksikan semua pengorbananmu, ternyata tidak sebanding dengan apa yang ku berikan untukmu.betapa sangat mengecewakannya&#8230;.<br />
tapi kini aku bertekad ingin memberikan yang terbaik&#8230;..hingga ujung waktuku!!</p>
<p>teringat semua cerita orang tentang riwayatku<br />
kata mereka diriku slalu dimanja<br />
kata mereka diriku slalu ditimang<br />
kau slalu pasti akan ada di hatiku<br />
mudah-mudahan allah selalu memberikan yang terbaik untukmu!!! ayah you are the best</p>
<p>Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku<br />
Hingga membuat kau percaya<br />
Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku<br />
Selamanya..selamanya..</p>
<p>D’cinnamons</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=28&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2009/04/30/catatan-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2009/03/18/dahsyatnya-proses-sakaratul-maut/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2009/03/18/dahsyatnya-proses-sakaratul-maut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 07:39:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=24&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).<br />
<strong>Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :</strong></p>
<p><strong>1.</strong> Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.<br />
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)</p>
<p><strong>2.</strong> Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.<br />
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8 )</p>
<p><strong>3. </strong>Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.<br />
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8 )</p>
<p><strong>4.</strong> Kematian datang secara tiba-tiba.<br />
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34 )</p>
<p><strong>5. </strong>Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat<br />
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11 )<span id="more-24"></span></p>
<p>Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)</p>
<p>Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .</p>
<p>Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.</p>
<p>Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.</p>
<p>Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”</p>
<p>Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.</p>
<p>Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.</p>
<p><strong>Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim</strong></p>
<p>Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.</p>
<p>Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.</p>
<p>Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.</p>
<p>Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)</p>
<p>(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)</p>
<p>Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.</p>
<p>Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.</p>
<p>Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!</p>
<p><strong>Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa</strong></p>
<p>Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.</p>
<p>Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)</p>
<p>Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.</p>
<p><em>Wallahu a’lam bish-shawab.</em></p>
<p>Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.</p>
<p><em>Allahumma Amin..</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=24&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2009/03/18/dahsyatnya-proses-sakaratul-maut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontrak hidupku ….</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/22/kontrak-hidupku-%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/22/kontrak-hidupku-%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 09:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/22/kontrak-hidupku-%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[

Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya
Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir

Aku terlalu asyik dengan duniaku
ketika riang menyapaku
aku lupa mengucapkan
Alhamdulillaah
saat sedih datang
aku terlalu larut untuk mengucap
Astagfirullaah
Aku tidak sadar
ada yang melihatku
ketika aku senang, pun susah
ada yang mencatat langkahku
mau dibawa kemana hidupku ini
aku lupa
aku tidak tahu kapan kontrakku
dengan Allah berakhir
Allah, aku tidak ingin menyesal
di hadapan-Mu  nanti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=16&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://didik.blogsome.com/2006/08/24/kontrak-hidupku/"><br />
</a></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Ketika Allah berikan nyawa<br />
saat itulah aku menandatangani<br />
kontrak dengan-Nya</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aku tidak tau<br />
kapan kontrak hidupku<br />
berakhir</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span id="more-16"></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aku terlalu asyik dengan duniaku</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">ketika riang menyapaku<br />
aku lupa mengucapkan<br />
Alhamdulillaah</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">saat sedih datang<br />
aku terlalu larut untuk mengucap<br />
Astagfirullaah</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Aku tidak sadar<br />
ada yang melihatku</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">ketika aku senang, pun susah<br />
ada yang mencatat langkahku</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">mau dibawa kemana hidupku ini</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">aku lupa<br />
aku tidak tahu kapan kontrakku<br />
dengan Allah berakhir</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;line-height:100%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Allah, aku tidak ingin menyesal<br />
di hadapan-Mu  nanti …</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=16&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/22/kontrak-hidupku-%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunda, cinta itu, berbentukkah ?</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/bunda-cinta-itu-berbentukkah/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/bunda-cinta-itu-berbentukkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 03:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/bunda-cinta-itu-berbentukkah/</guid>
		<description><![CDATA[

3 Desember 2006
Bunda, cinta itu, berbentukkah ?
4 Desember 2006
Lalu, cinta bunda padaku, seperti apakah ?

5 Desember 2006
Saat hujan datang, saat rahmat Allah tercurah….turun dan berlimpah…
Saat hujan menghujam, rasa bahagia pun harusnya menelusup dalam..
karena dalam hujan ada cinta, ada anugerah ada cita yang semuanya penuh rasa….
Begitukan selalu kata bunda ?
10 Desember 2006
Alangkah indahnya jika kita berpikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=15&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3><a href="http://alifyaputri.blogspot.com/2005/09/bunda-cinta-itu-berbentukkah.html"><br />
</a></h3>
<p>3 Desember 2006<br />
Bunda, cinta itu, berbentukkah ?</p>
<p>4 Desember 2006<br />
Lalu, cinta bunda padaku, seperti apakah ?</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p>5 Desember 2006<br />
Saat hujan datang, saat rahmat Allah tercurah….turun dan berlimpah…<br />
Saat hujan menghujam, rasa bahagia pun harusnya menelusup dalam..<br />
karena dalam hujan ada cinta, ada anugerah ada cita yang semuanya penuh rasa….<br />
Begitukan selalu kata bunda ?</p>
<p>10 Desember 2006<br />
Alangkah indahnya jika kita berpikir secara sederhana…lurus…<br />
Seperti bunda..<br />
mencurahkan utuh seluruh peluh.. hanya untukku&#8230;</p>
<p>24 Oktober<span> </span>2007<br />
Bunda&#8230; bisikku, mencintai itu, seperti apa rasanya ?</p>
<p>25 Oktober<span> </span>2007<br />
hhhhh&#8230;&#8230;indah sekali bunda, begitukah rasanya mencintai&#8230; ajari aku bunda, untuk mencintaimu..<br />
mesti tertatih&#8230; seperti engkau mencintaiku&#8230;. mungkin tidak ya bunda ?</p>
<p>26 Oktober<span> </span>2007<br />
bunda, jangan marah.. sungguh, jangan marah ya, sembilu itu sedemikian manis, harumnya semerbak.. dan aku terpikat, lekat, meski akhirnya jatuh dan lumpuh&#8230;&#8230;</p>
<p>27<span> </span>Oktober<span> </span>2007<br />
Dahaga itu luar biasa ya bunda….<br />
Inginnya lebih terus..tak putus dan tak henti…</p>
<p>27<span> </span>Oktober<span> </span>2007<br />
Bunda, mengapa luka harus dibasuh ? tidakkah lebih baik dibiarkan mengering saja ? Toh nanti pada saatnya akan mengelupas sendiri&#8230; Tapi mengapa harus bunda dekap? Mengapa harus bunda yang perih ?</p>
<p>30<span> </span>Oktober<span> </span>2007<br />
Sulit sekali bunda, aku tidak sanggup.. sungguh, aku lelah, sedemikian letihnya.. peluk aku bunda, selalu.. tidak.. tidak.. jangan salahkan diri bunda, bukan salah siapa, hanya sedang berusaha mengepakkan sayap, tapi angin terlalu kencang&#8230;.</p>
<p>9 November 2007<br />
bunda.. kehidupan di luar sana itu, sedemikian kejamkah ? apa makna hidup itu, bunda ? lalu, mengapa sedih mesti berwujud sedang bahagia melayang ? dimana cinta kasih bunda ? sudah pudarkah ? itu.. adil ya namanya ? sunnatullah menurut bunda ? lalu, mengapa dalam kamus bunda, hanya ada bahagia dan cinta ? apakah bunda bukan bagian dari kehidupan ? tercipta dari apakah bunda ? tidak dari tanah kah ? apakah dari gumpalan cinta dan cahaya ? karena hanya itu yang mengalir dari diri bunda.. untukku&#8230;.</p>
<p>13 November 2007<br />
Lalu, apa makna bahagia, bunda ? tidak sekedar tawa ? bukan hanya gerai senyum tentunya ? karena kerut merut itu masih utuh di kening bunda.. ada apakah bunda ? mengapa aku tidak mengerti jalan pikiran bunda ? aku baik-baik saja bunda.. sudah lepas semua cemas&#8230; langit di luar sedemikian biru&#8230; indaahh sekaliii&#8230;&#8230;. bahagialah bunda, untukku&#8230;.</p>
<p>20 November 2007<br />
Bahagialah bunda&#8230; pintaku luruh.. bahagiaalahhh&#8230;.</p>
<p>25 November 2007<br />
Bunda, lirih sekali, kueja satu demi satu, rasanya luar biasa&#8230; hanya untuk bunda, kusimpan yang terbaik hanya untuk bunda&#8230; kubungkus jadi satu, matahari, bulan, langit biru, gunung hijau dan laut jernih, kuikat erat, kuserahkan pada bunda.. dengan cintaku, yang tak seberapa&#8230;..</p>
<p>Dedicated for Love of My Live, Heart of My Life, Best Friend I’ve Ever Had : My Mom….</p>
<p>Bismillah dengan hati menuju tenang!!!</p>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=15&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/bunda-cinta-itu-berbentukkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang sudah kita lakukan</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/apa-yang-sudah-kita-lakukan/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/apa-yang-sudah-kita-lakukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 03:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/apa-yang-sudah-kita-lakukan/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang sudah kita lakukan, jiwa ? Apa yang telah kita hasilkan ? Tentang manfaat, mengertikah ? sebesar apa manfaat kita untuk umat ? tidak ada ? betapa meruginya……
Duhai diri, usiamu telah melaju, sangat cepat, bahkan mungkin terlalu cepat….

sedang karunia Allah tidak sekejap pun berkurang, apalagi hilang…
sedang diri, sedang raga, sedang jiwa, apa yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=14&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-top:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Apa yang sudah kita lakukan, <strong>jiwa</strong> ? Apa yang telah kita hasilkan ? Tentang manfaat, mengertikah ? sebesar apa manfaat kita untuk umat ? tidak ada ? betapa meruginya……</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Duhai <strong>diri</strong>, usiamu telah melaju, sangat cepat, bahkan mungkin terlalu cepat….</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span id="more-14"></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">sedang karunia Allah tidak sekejap pun berkurang, apalagi hilang…</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">sedang <strong>diri</strong>, sedang <strong>raga</strong>, sedang <strong>jiwa</strong>, apa yang telah kau perbuat ? </span></span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">umat umat ? untuk Allah ?….yang telah melimpahimu berkah bak air bah, mengalir lalu melaut, sedang diri dengan pongahnya menolak setiap kenikmatan dengan sibuk membandingkan dan menuntut…….. duuuh… </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Istigfarlah, lagi, berulang kali, dengan setulus hati, sepenuh ikhlas, biar seluruh kelam melarut…..</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Dan <strong>diri</strong>, dalam setiap derak jantung dan debur nadi, pahamilah ada makna yang menggelembung. Membesar lalu melambung. </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bukankah Allah mengaruniai kita untuk mengenyam pendidikan ? di tempat terbaik ? </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">sedang yang lain tidak….</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">sedang yang lain sibuk memenuhi jalanan menyodorkan tangan, koran dan asongan, </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">sedang yang lain sibuk terlena memadati panggung hiburan dengan liukan badan,</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bukankah Allah memilih kita untuk menyelami islam dan tarbiyah ? </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">sedang tidak semua orang dilapangkan dadanya untuk itu.. …</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">lalu apa yang telah kau perbuat ? tidak ada dan tidak perlu ? betapa dangkalnya ! </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Allah tidak menciptakan kita tanpa arti. Sungguh tidak main-main. Sarat makna. Tidakkah mengerti ? pundak-pundak ini bungkuk menopang amanah yang bahkan gunung perkasa pun menolaknya. Dada ini sesak terhimpit amanah yang luar biasa mulianya. Bahkan setiap keletihan jasad harus menyebar manfaat untuk sebanyak umat. Bermanfaat. Berdaya guna. Bukan hanya sekedar tidak merugikan yang lain. Betapa kerdilnya jika hanya sebatas itu ! </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Bukankah raga ini milik Allah ? lalu mengapa Allah memberi kita upah pahala agar menggunakan raga ini untuk berjuang di jalan-Nya, padahal jasad ini utuh milik-Nya ? Tidakkah terlihat jelas Allah Maha Pengasihnya ? lalu, mengapa masih kaku, enggan bergerak, menolak berjuang ? padahal apa yang terlihat kita miliki, semuanya titipan. Sedang kita masih berada disini, tidak beranjak maju atau bahkan pesat melaju, membawa panji Islam berkibar….alangkah mirisnya…</span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Mari <strong>hati</strong>, renungi setiap helai hari yang luruh, dan jika sampai pada helai terakhir, saat malaikat maut menggandeng erat, apa yang harus kita sampaikan, bahwa umat sekarat dan tidak ada yang kita perbuat.. itukah ? </span></span></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sujud padaMu Robb, telah lewat tahun ke-21, namun apa yang sudah hamba perbuat ????????</span></span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;line-height:150%;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=14&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/apa-yang-sudah-kita-lakukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skandal&#8230;Sisi Lain Para Aktivis</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/skandalsisi-lain-para-aktivis/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/skandalsisi-lain-para-aktivis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 03:17:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[UKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/skandalsisi-lain-para-aktivis/</guid>
		<description><![CDATA[Aku sebenarnya ngga tega menuliskan hal ini, ya&#8230;, aku akan menulis sisi-sisi kemanusiaan yang juga berlaku di kalangan aktivis (wa bil khusus Aktivis Dakwah Kampus). Aku tergugah menuliskan hal ini setelah dalam catatan dakwahku menumpuk sejumlah kasus yang cukup membuat hati pilu. Bagaimana tidak,selama ini aku menganggap teman-temanku adalah orang yang &#8217;sempurna&#8217;:baik akhlaknya, tekun ibadahnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=13&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Aku sebenarnya ngga tega menuliskan hal ini, ya&#8230;, aku akan menulis sisi-sisi kemanusiaan yang juga berlaku di kalangan aktivis (wa bil khusus Aktivis Dakwah Kampus). Aku tergugah menuliskan hal ini setelah dalam catatan dakwahku menumpuk sejumlah kasus yang cukup membuat hati pilu. Bagaimana tidak,selama ini aku menganggap teman-temanku adalah orang yang &#8217;sempurna&#8217;:baik akhlaknya, tekun ibadahnya, sholih dan sholihah sifatnya&#8230;dan sejumlah reputasi baik lainnya, tapi sekarang aku menemukan fakta, bahwa teman-temanku yang aktivis itu ternyata juga manusia.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-13"></span></p>
<p>Kalau hanya satu dua kasus mungkin bisa aku katakan kasuistik, tapi ternyata&#8230;bukan hanya dua kasus&#8230;.BUANYAAK. Sehingga aku menganggap ini gejala atau fenomena. Bukan sekedar fenomena, tapi fenomena gunung es. Wah Gawat.</p>
<p>Tapi terus terang, aku menulis ini agak dilematis juga. Disatu sisi aku ingin memberi tahu teman-temanku yang masih &#8220;bersih&#8221;, bahwa ada banyak kasus yang terjadi pada teman-teman lain yang bisa kita jadikan pelajaran. Aku berharap teman-temanku&#8211;dan juga aku&#8211;tidak melakukan hal yang sama. Tapi disisi lain, aku tidak mau membuka aib saudaraku sendiri. Ya, karena informasi yang aku punya ini termasuk kategori TOP SECRET. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya&#8211;bahkan aku punya data primer yang aku dapatkan dari pelakunya. Tetapi secara umum dapat aku katakan bahwa hampir semua kasus memiliki modus operandi yang sama: cinta, syahwat dan disorientasi dakwah.</p>
<p>Ya, mungkin lebih baik aku nggak usah merinci secara detail kasusnya. Cukuplah hal ini kusampaikan pada &#8221;pihak-pihak yang berwenang saja&#8221;. Aku juga punya sedikit keyakinan, mungkin banyak diantara yang lain juga memiliki informasi yang sama, jadi aku tak perlu lagi bercerita disini. Yang perlu diwaspadai adalah faktor-faktor penyebab apa yang bisa membuat kader bisa &#8221;terjatuh&#8221; seperti itu, bukan pada kronologis kasusnya. Kalau aku renungkan dan berdasarkan diskusi dengan beberapa teman, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab:</p>
<p>Pertama, Polutan hulu yang tak terselesaikan<br />
Polutan Hulu??&#8230; istilah ini pertama aku dengar ketika diskusi dalam halaqohku masuk pada tema : pembahasan kader-kader bermasalah. Jauh sebelum seorang kader mengenal Tarbiyah, biasanya ia memiliki sifat atau kebiasaan buruk, seperti: sering pacaran, suka membangkang, malas, susah bekerjasama dan lain sebagainya. Seiring perjalanan Tarbiyah, seharusnya sifat-sifat tersebut bisa dihilangkan, meski sedikit demi sedikit. TETAPI, adakalanya sifat atau kebiasaan tersebut tidak bisa hilang, meski Tarbiyahnya sudah lama. Padahal seiring dengan lamanya Tarbiyah, ia harus siap memikul amanah dakwah yang lebih banyak. Akibatnya tidak ada keseimbangan antara kesiapan personal dan tuntutan dakwah di lapangan. Bisa dipastikan kader tersebut akan macet ditengah jalan ketika harus menyelesaikan pekerjaannya. Inilah akibat polutan hulu yang tak terselesaikan. Sebagai contoh ada seorang kader akhwat potensial, usia Tarbiyahnya sekitar 5 tahun-an. Oleh MR nya ia dipromosikan untuk bisa menambah amanah yang cukup strategis dan menantang&#8211;disamping amanah sebelumnya yang sudah ia jalankan. Ketika promosi akhirnya disetujui, ternyata akhwat tersebut malah macet di tengah jalan. Amanahnya jadi berantakan. Selidik punya selidik, ternyata sejak awal ada catatan Tarbiyah yang belum ia selesaikan: ia susah beramal jama&#8217;i dan setahun terakhir ini ia sudah kehilangan orientasi dakwahnya.</p>
<p>Kedua, Kultur Dakwah yang tidak nyaman<br />
Banyak diantara kader dakwah yang mengeluh, bahwa di lapangan ternyata materi-materi Tarbiyah jarang diaplikasikan. Ukhuwah terasa garing, interaksi personal semakin renggang&#8211;boro-boro bisa itsar. Amal Jama&#8217;i hanyalah teori. Pengurus sibuk sendiri-sendiri. Profesionalisme tinggalah mimpi. Untuk bisa syuro tepat waktu saja sangat sulit sekali. Maka muncullah ungkapan: ternyata organisasi dakwah tidak lebih baik dari organisasi lainnya. Untuk kader-kader baru, jelas hal ini bisa dijadikan alasan untuk tidak aktif lagi dalam barisan dakwah. Jangankan kader baru, ada kader yang sudah Tarbiyah bertahun-tahun akhirnya keluar gara-gara merasa tidak nyaman lagi dengan dakwah ini.</p>
<p>Ketiga, Kurangnya Keterbukaan<br />
Anda seorang Murobbi? anda punya binaan?&#8230;.boleh jadi anda tidak tahu apa yang terjadi pada binaan anda sekarang. Lantas tiba-tiba anda dapat laporan, bahwa binaan anda terkena kasus yang memalukan. Nah..sekarang anda baru sibuk menyelesaikan kasus binaan anda.</p>
<p>Dalam program halaqoh, biasanya ada program (baramij) tentang pembahasan permasalahan-permasalahan (Qodloya) pribadi atau organisasi. Kasus di atas seharusnya tidak terjadi kalau baramij ini berjalan. Namun ada kalanya, program ini sering dilewatkan&#8211;atau bahkan tidak ada sama sekali&#8211; seolah-olah tidak ada masalah apapun pada binaan. Para binaan kita berdalih bahwa ia merasa tidak nyaman mengungkapkan masalah pribadi pada forum halaqoh, hingga akhirnya ia memilih menyelesaikan sendiri permasalahannya. Atau justru ia malah curhat pada orang lain&#8211;yang menurut dia bisa dipercaya&#8211;yang bukan anggota halaqohnya. Ini sebenarnya sudah menyimpang dari konsep ideal halaqoh. Sejatinya halaqoh atau liqo adalah sebuah keluarga. Disinilah konsep ukhuwah dan itsar pertama kali diterapkan. Sesama anggota halaqoh sudah merasa sepenanggungan. Permasalah-permasalahan menyangkut personal, finansial, dakwah dan lainnya dibahas dan diselesaikan secara kekeluargaan.</p>
<p>Sebenarnya masalah keterbukaan adalah masalah kepercayaan. Seseorang akan berani terbuka kalau dia percaya, bahwa persoalan dia dapat diselesaikan. Kalau menyangkut sesuatu yang amniyah (Rahasia), ia percaya rahasianya akan tetap aman. Jadi, kalau kader atau binaan kita sudah tidak terbuka di forum halaqohnya, atau ia juga tidak terbuka pada anda selaku MR nya, berarti sudah terjadi krisis kepercayaan pada anda dan halaqoh anda. Dan inilah titik awal persoalan.</p>
<p>Mungkin masih banyak faktor-faktor yang bisa menyebabkan seorang kader bisa terlibat &#8220;skandal&#8221; (bukan skandal jepit lho&#8230;), namun menurutku tiga faktor ini saja sudah cukup untuk membuat seorang kader terjerembab pada persoalan krusial.</p>
<p>Penyikapan masalah inipun beragam, ada diantara teman (include me….) yang protes keras ke bagian kaderisasi (meskipun tidak secara langsung); kenapa hal ini dibiarkan terjadi? ada yang tidak sadar apa yang sebenarnya terjadi, ada yang cuek, ada yang mengejek, ada yang menganggap ini wajar sebagai konsekuensi fase dakwah sekarang, aku berhusnudzon bahwa mereka sebenarnya masih memiliki kepedulian terhadap dakwah ini. Aku juga memahami beratnya kerja-kerja kaderisasi&#8211;karena aku juga pernah masuk dalam dunia ini. Aku juga tahu, kadang masalahnya ada di internal kaderisasinya atau di orang-orang kaderisasinya. Bisa juga para MR nya yang bermasalah.</p>
<p>Aku sendiri menganggap ini sebagai tantangan dakwah sekarang. Dan tantangan ini kujawab dengan hal-hal konkrit di lapangan, misalnya komitmen dengan jadwal Liqo, berupaya menyelesaikan amanah dakwah atau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dakwah. Meski pun secara jujur kuakui aku juga, akhir-akhir ini aku nggak optimal dalam menuntaskan pekerjaan, selidik punya selidik&#8230;.ternyata aku juga bermasalah&#8230;. <span style="font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></p>
<p class="MsoNormal">Baiklah teman&#8230;.sekarang kita berdo&#8217;a saja, semoga Allah senantiasa meringankan setiap masalah kita, melapangkan dada-dada kita, mempermudah urusan kita, dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita&#8230;.Amiin.</p>
<p>Dan selanjutnya, mari kita bekerja dan berkarya nyata bersama.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Bismillah dengan hati menuju tenang…..</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=13&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/21/skandalsisi-lain-para-aktivis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Duhai diri&#8230;.</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/duhai-diri/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/duhai-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 15:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/duhai-diri/</guid>
		<description><![CDATA[ Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=12&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <strong><span>Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya , anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi , antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis k</span>a<span>r</span>e<span>na hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah hari Hisab.. </span></strong></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">  <strong>bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . . . . Allah SWT .</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=12&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/duhai-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RENUNGKANLAH SAUDARAKU….</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/renungkanlah-saudaraku%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/renungkanlah-saudaraku%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 14:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/renungkanlah-saudaraku%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[


Ya Allah ….
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-MU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padang-MU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit-Mu yang tanpa batas

Ya Allah &#8230;..

Hamba yang hina ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=10&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><br />
</span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah ….</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aku hanyalah setetes embun di lautan-MU yang meluap hingga ke seluruh samudra</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aku hanya sepotong rumput di padang-MU yang memenuhi bumi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aku hanya sebutir kerikil di gunung-MU yang menjulang menyapa langit</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit-Mu yang tanpa batas</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah &#8230;..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span id="more-10"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hamba yang hina ini menyadari tiada artinya diri ini di hadapan-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Tiada Engkau sedikitpun memerlukan akan kami</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">tetapi …hamba terus menggantungkan segunung harapan dan keluh kesah pada-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah &#8230;..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Baktiku tiada arti, ibadahku hanya sepercik air</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bagaimana mungkin sepercik air itu dapat memadamkan api neraka-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Bagaimana sepercik air bisa membawa kami ke syurga-MU</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Betapa sadar diri begitu hina dihadapan-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Diri yang tangannya banyak maksiat ini</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kaki yang banyak maksiat ini</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mulut yang banyak maksiat ini</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mata yang banyak maksiat ini</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Hati yang telah terkotori oleh noda ini</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajah-Mu Yang Mulia???</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mungkinkah hamba bisa bersama Rasulullah saw yang mulia itu???</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah ….</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kami semua fakir di hadapan-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">tapi juga kikir dalam mengabdi kepada-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Semua makhluk-MU meminta kepada-MU dan pintaku….</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Sukseskanlah mereka mudahkanlah urusannya</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Jadikan mereka para pejuang sejati dijalan-MU ini</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah&#8230;. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Mungkin tanpa kami sadari, kami pernah melanggar aturan-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Kami lalai melaksanakan kewajiban kami </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">bahkan terlena dan tak mau tahu akan amanah</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Yang telah Engkau percayakan kepada kami…Ampunilah kami</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah&#8230;.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Rahmatilah kami dan kasihanilah kami yang tidak berdaya ini</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pertemukan kami dalam syurga-MU dalam bingkai kecintaan kepada-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Tuhanku….Siangku tak selalu dalam iman yang teguh</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Malamku tak senantiasa dibasahi air mata taubat,</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Pagiku tak selalu terhias oleh dzikir pada-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Atau….dalam maksiat kepada-MU</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">“<span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Ya Allah tutuplah hidup kami dengan sebaik-baiknya penutupan</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Penutupan yang khusnul khatimah”</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=10&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/renungkanlah-saudaraku%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bismillahirrohmaanirrohiim…</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/bismillahirrohmaanirrohiim%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/bismillahirrohmaanirrohiim%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 14:51:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/bismillahirrohmaanirrohiim%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[

Saya tidak menyukai berbicara mengenai keletihan, kelelahan atau apapun namanya itu. Hal-hal tersebut hanya milik orang-orang lemah.
Namun adakalanya saat kelelahan dan keletihan menjulang, segala tameng pembelaan begitu mudahnya berjajar. Rapih dan kokoh. 
Manusia-kah ?

Ya, saya pikir. Allah menciptakan manusia, perempuan dan laki-laki, dalam keadaan lemah. Tak berdaya. Jadi sudah sewajarnya jika ia mengenal keletihan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=9&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0.19in;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;"><br />
</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Saya tidak menyukai berbicara mengenai keletihan, kelelahan atau apapun namanya itu. Hal-hal tersebut hanya milik orang-orang lemah.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Namun adakalanya saat kelelahan dan keletihan menjulang, segala tameng pembelaan begitu mudahnya berjajar. Rapih dan kokoh. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Manusia-kah ?</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span id="more-9"></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Ya, saya pikir. Allah menciptakan manusia, perempuan dan laki-laki, dalam keadaan lemah. Tak berdaya. Jadi sudah sewajarnya jika ia mengenal keletihan dan bergulat dengan kelelahan. Bahkan mungkin berkubang dalam semuanya itu. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Saya pun tidak menyukai berbicara mengenai kesedihan dan kehampaan atau apapun sebutan orang untuk itu. Hal-hal tersebut hanya milik orang-orang kerdil.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Namun adakalanya saat kesedihan dan kehampaan begitu menjeratnya, seluruh baja ketabahan runtuh seketika. Hancur lebur tak bersisa.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Manusia-kah ? </span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Kembali, ya, saya pikir. Bahkan di tengah kebesaran sebuah hati, selalu ada titik-titik kerdil yang menggumpal. Menjerit dan membubung. Melangit. Tak teredam. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Tapi ingatkah, duhai hati yang bergejolak, himpitan rasa yang berpadu kelam,</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Bukankah Allah pun menghadirkan Islam ? </span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Sungguh, bukankah Allah menghadirkan Islam ?</span></span></p>
<p style="margin-top:0.19in;margin-bottom:0.19in;" align="justify"><span style="font-family:Garamond,serif;"><span style="font-size:x-small;">Yang dengannya menyelaraskan setiap ketimpangan, melapangkan seluruh kehimpitan, menyejukkan segala kegersangan, membasuh utuh, celupan Allah…</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=9&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/bismillahirrohmaanirrohiim%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keep spirit&#8230;</title>
		<link>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/keep-spirit/</link>
		<comments>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/keep-spirit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 14:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muliaok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me....]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/keep-spirit/</guid>
		<description><![CDATA[QT ADALAH SETITIK BUIH
TAK BERMAKNA!!
JIKA TIDAK ADA PERUBAHAN BERARTI PADA DIRI!
YAZIDU BI TO&#8217;AT!!!!!!!
YAKINLAH QT MENJADI JUNDI2 YANG SENANTIASA DINANTIKAN DUNIA!LAKUKAN
PERUBAHAN BERARTI!
KARYA NYATA!!!
MOHON PADA YANG MAHA PEMBOLAK BALIK HATI!!!
GAR TETEUP&#8230;&#8230;&#8230;..ISTIQOMAH!!!!
BE A GOOD MOLSEM OR DIE AS SYUHADA!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=8&subd=muliaok&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>QT ADALAH SETITIK BUIH<br />
TAK BERMAKNA!!<br />
JIKA TIDAK ADA PERUBAHAN BERARTI PADA DIRI!<br />
YAZIDU BI TO&#8217;AT!!!!!!!<br />
YAKINLAH QT MENJADI JUNDI2 YANG SENANTIASA DINANTIKAN DUNIA!LAKUKAN<br />
PERUBAHAN BERARTI!<br />
KARYA NYATA!!!<br />
MOHON PADA YANG MAHA PEMBOLAK BALIK HATI!!!<br />
GAR TETEUP&#8230;&#8230;&#8230;..ISTIQOMAH!!!!<br />
BE A GOOD MOLSEM OR DIE AS SYUHADA!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/muliaok.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/muliaok.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muliaok.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muliaok.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muliaok.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muliaok.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muliaok.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muliaok.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muliaok.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muliaok.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muliaok.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muliaok.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muliaok.wordpress.com&blog=513926&post=8&subd=muliaok&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muliaok.wordpress.com/2007/11/18/keep-spirit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87030aacefba7a90e9c7cda184610294?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muliaok</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>