Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya
Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir
Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya
Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir
Apa yang sudah kita lakukan, jiwa ? Apa yang telah kita hasilkan ? Tentang manfaat, mengertikah ? sebesar apa manfaat kita untuk umat ? tidak ada ? betapa meruginya……
Duhai diri, usiamu telah melaju, sangat cepat, bahkan mungkin terlalu cepat….
Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya , anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi , antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis karena hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah hari Hisab..
bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . . . . Allah SWT .
Ya Allah ….
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-MU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padang-MU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit-Mu yang tanpa batas
Ya Allah …..
Saya tidak menyukai berbicara mengenai keletihan, kelelahan atau apapun namanya itu. Hal-hal tersebut hanya milik orang-orang lemah.
Namun adakalanya saat kelelahan dan keletihan menjulang, segala tameng pembelaan begitu mudahnya berjajar. Rapih dan kokoh.
Manusia-kah ?
QT ADALAH SETITIK BUIH
TAK BERMAKNA!!
JIKA TIDAK ADA PERUBAHAN BERARTI PADA DIRI!
YAZIDU BI TO’AT!!!!!!!
YAKINLAH QT MENJADI JUNDI2 YANG SENANTIASA DINANTIKAN DUNIA!LAKUKAN
PERUBAHAN BERARTI!
KARYA NYATA!!!
MOHON PADA YANG MAHA PEMBOLAK BALIK HATI!!!
GAR TETEUP………..ISTIQOMAH!!!!
BE A GOOD MOLSEM OR DIE AS SYUHADA!
Ada banyak ruang di hati kita. Ada ruang untuk berkeluh kesah. Ada ruang untuk berduka. Ada ruang untuk merasa kesepian. Ada ruang untuk merasa lega. Ada ruang untuk berbahagia. Ada ruang untuk rasa-rasa tak bernama. Dan begitu banyak ruang untuk setiap jeda dalam hidup kita.
But, life is about choosing wisely, rite ?
Assalamu’alaykum………..
Alhamdulillah segala puji bagi Allah pemilik semesta…Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda rosul Muhammad yang mulia serta kepada keluarga beliau, sahabat beliau dan para penerus risalah dien ini yang senantiasa istiqamah dijalan-Nya.
Udah pada nungguin ya???? atau pada tanya kenapa blognya gak pernah di update
SEKARANG SAATNYA!!!!!!
TUNGGU AJA..
Aku bersumpah wahai diri
Masuklah engkau ke medan ini
Aatau kupaksakan dirimu
Bila semua orang berteriak “Maju“
Mengapa masih juga membenci surga !!!!!
Sudah lama hidupmu dalam tenang
Jiwa,….. oh jiwa…..
Kalaupun tak terbunuh di jalan ini
Dirimu akan mati jua
Inilah jalan keabadian
Yang paling sempurna
Lakukanlah, kau akan bahagia
Elakanlah, kau akan celaka
Abdullah bin Ruwahah – saat perang Uhud —