:. A Journey To Istiqamah

April 30, 2009

catatan perjalanan

Diarsipkan di bawah: 1 — muliaok @ 10:53 pm

hari itu sengaja pergi ke slawi hanya untuk bertemu denganmu, karena sudah hampir 
setengah tahun tidak bertemu. rindu rasanya hati ini!!! sebuah kerinduan yang luar 
biasa.entah kenapa, yang jelas hanya ingin bertemu…………sebuah pemandangan yang 
tampak beda, ternyata tidak kusadari selama ini bahwa usiamu semakin tua, keriput 
diwajahmu semakin banyak. sebuah penyesalan yang luar biasa ketika diri ini sadar akan 
hal itu, kenapa dari dulu tidak memuliakanmu. perjuanganmu yang tak kenal lelah untuk 
membahagiakan keluarga, dengan hidup sederhana atau malah sangat sederhana.tinggal 
jauh dari rumah hanya untuk memastikan anak-anakmu makan dengan enak, hidup dengan 
nyaman, pakaian yang tercukupi.meyakinkan keluargamu bahwa pilihan hidup di slawi 
adalah yang terbaik, dengan begitu penghasilan akan bertambah walaupun dengan jauh 
dari keluarga.

malu rasanya diri ini menyaksikan semua pengorbananmu, ternyata tidak sebanding dengan apa yang ku berikan untukmu.betapa sangat mengecewakannya….
tapi kini aku bertekad ingin memberikan yang terbaik…..hingga ujung waktuku!!

teringat semua cerita orang tentang riwayatku
kata mereka diriku slalu dimanja
kata mereka diriku slalu ditimang
kau slalu pasti akan ada di hatiku
mudah-mudahan allah selalu memberikan yang terbaik untukmu!!! ayah you are the best

Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya..selamanya..

D’cinnamons

Maret 18, 2009

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

Diarsipkan di bawah: 1 — muliaok @ 7:39 am

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8 )

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62: 8 )

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34 )

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11 ) (lagi…)

Blog pada WordPress.com.