:. A Journey To Istiqamah

November 21, 2007

Bunda, cinta itu, berbentukkah ?

Diarsipkan di bawah: Me.... — muliaok @ 3:20 am


3 Desember 2006
Bunda, cinta itu, berbentukkah ?

4 Desember 2006
Lalu, cinta bunda padaku, seperti apakah ?

5 Desember 2006
Saat hujan datang, saat rahmat Allah tercurah….turun dan berlimpah…
Saat hujan menghujam, rasa bahagia pun harusnya menelusup dalam..
karena dalam hujan ada cinta, ada anugerah ada cita yang semuanya penuh rasa….
Begitukan selalu kata bunda ?

10 Desember 2006
Alangkah indahnya jika kita berpikir secara sederhana…lurus…
Seperti bunda..
mencurahkan utuh seluruh peluh.. hanya untukku…

24 Oktober 2007
Bunda… bisikku, mencintai itu, seperti apa rasanya ?

25 Oktober 2007
hhhhh……indah sekali bunda, begitukah rasanya mencintai… ajari aku bunda, untuk mencintaimu..
mesti tertatih… seperti engkau mencintaiku…. mungkin tidak ya bunda ?

26 Oktober 2007
bunda, jangan marah.. sungguh, jangan marah ya, sembilu itu sedemikian manis, harumnya semerbak.. dan aku terpikat, lekat, meski akhirnya jatuh dan lumpuh……

27 Oktober 2007
Dahaga itu luar biasa ya bunda….
Inginnya lebih terus..tak putus dan tak henti…

27 Oktober 2007
Bunda, mengapa luka harus dibasuh ? tidakkah lebih baik dibiarkan mengering saja ? Toh nanti pada saatnya akan mengelupas sendiri… Tapi mengapa harus bunda dekap? Mengapa harus bunda yang perih ?

30 Oktober 2007
Sulit sekali bunda, aku tidak sanggup.. sungguh, aku lelah, sedemikian letihnya.. peluk aku bunda, selalu.. tidak.. tidak.. jangan salahkan diri bunda, bukan salah siapa, hanya sedang berusaha mengepakkan sayap, tapi angin terlalu kencang….

9 November 2007
bunda.. kehidupan di luar sana itu, sedemikian kejamkah ? apa makna hidup itu, bunda ? lalu, mengapa sedih mesti berwujud sedang bahagia melayang ? dimana cinta kasih bunda ? sudah pudarkah ? itu.. adil ya namanya ? sunnatullah menurut bunda ? lalu, mengapa dalam kamus bunda, hanya ada bahagia dan cinta ? apakah bunda bukan bagian dari kehidupan ? tercipta dari apakah bunda ? tidak dari tanah kah ? apakah dari gumpalan cinta dan cahaya ? karena hanya itu yang mengalir dari diri bunda.. untukku….

13 November 2007
Lalu, apa makna bahagia, bunda ? tidak sekedar tawa ? bukan hanya gerai senyum tentunya ? karena kerut merut itu masih utuh di kening bunda.. ada apakah bunda ? mengapa aku tidak mengerti jalan pikiran bunda ? aku baik-baik saja bunda.. sudah lepas semua cemas… langit di luar sedemikian biru… indaahh sekaliii……. bahagialah bunda, untukku….

20 November 2007
Bahagialah bunda… pintaku luruh.. bahagiaalahhh….

25 November 2007
Bunda, lirih sekali, kueja satu demi satu, rasanya luar biasa… hanya untuk bunda, kusimpan yang terbaik hanya untuk bunda… kubungkus jadi satu, matahari, bulan, langit biru, gunung hijau dan laut jernih, kuikat erat, kuserahkan pada bunda.. dengan cintaku, yang tak seberapa…..

Dedicated for Love of My Live, Heart of My Life, Best Friend I’ve Ever Had : My Mom….

Bismillah dengan hati menuju tenang!!!

1 Komentar »

  1. kagak berbentuk apa lg dliat.
    bisanya drasakan.
    ne blm tak woco artikelnya.g sempet,cz gi buru2.
    ru liat jdulnya doank.
    ditambah artikelnya a’mulia yang super brisik.
    g deng,wongnya super pendiam.
    kt sapa?
    kt a’mulia ndiri

    Komentar oleh rengganis — Juli 8, 2008 @ 9:09 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.