Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya
Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir
Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya
Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir
Apa yang sudah kita lakukan, jiwa ? Apa yang telah kita hasilkan ? Tentang manfaat, mengertikah ? sebesar apa manfaat kita untuk umat ? tidak ada ? betapa meruginya……
Duhai diri, usiamu telah melaju, sangat cepat, bahkan mungkin terlalu cepat….
Aku sebenarnya ngga tega menuliskan hal ini, ya…, aku akan menulis sisi-sisi kemanusiaan yang juga berlaku di kalangan aktivis (wa bil khusus Aktivis Dakwah Kampus). Aku tergugah menuliskan hal ini setelah dalam catatan dakwahku menumpuk sejumlah kasus yang cukup membuat hati pilu. Bagaimana tidak,selama ini aku menganggap teman-temanku adalah orang yang ’sempurna’:baik akhlaknya, tekun ibadahnya, sholih dan sholihah sifatnya…dan sejumlah reputasi baik lainnya, tapi sekarang aku menemukan fakta, bahwa teman-temanku yang aktivis itu ternyata juga manusia.
Ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. Ketika ditiup sangkakala yang kedua, .. pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tiada rumput maupun tumbuhan , ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gelita, ketika seluruh manusia ketakutan, ketika ibu tidak mempedulikan anaknya , anak tidak mempedulikan ibunya, sanak-saudara tidak kenal satu sama lain lagi , antara satu sama lain bisa menjadi musuh lantaran satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya mempedulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga tenggelam dirinya akibat peluh yang banyak, dan bermacam macam rupa-rupa bentuk manusia yang tergantung amalannya , ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syaitan, semuanya menangis..menangis karena hari itu Allah SWT murka..belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu. Hingga ribuan tahun manusia dibiarkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga sampai ke Timbangan Mizan. Hari itulah hari Hisab..
bila kita tidak berusaha untuk beramal pada hari ini, entah dengan apa nanti kita akan menjawab bila kita di tanya oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar , Yang Maha Kuat , Yang Maha Agung. . . . . Allah SWT .
Ya Allah ….
Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-MU yang luas
Aku hanyalah setetes embun di lautan-MU yang meluap hingga ke seluruh samudra
Aku hanya sepotong rumput di padang-MU yang memenuhi bumi
Aku hanya sebutir kerikil di gunung-MU yang menjulang menyapa langit
Aku hanya seonggok bintang kecil yang redup di samudra langit-Mu yang tanpa batas
Ya Allah …..
Saya tidak menyukai berbicara mengenai keletihan, kelelahan atau apapun namanya itu. Hal-hal tersebut hanya milik orang-orang lemah.
Namun adakalanya saat kelelahan dan keletihan menjulang, segala tameng pembelaan begitu mudahnya berjajar. Rapih dan kokoh.
Manusia-kah ?
QT ADALAH SETITIK BUIH
TAK BERMAKNA!!
JIKA TIDAK ADA PERUBAHAN BERARTI PADA DIRI!
YAZIDU BI TO’AT!!!!!!!
YAKINLAH QT MENJADI JUNDI2 YANG SENANTIASA DINANTIKAN DUNIA!LAKUKAN
PERUBAHAN BERARTI!
KARYA NYATA!!!
MOHON PADA YANG MAHA PEMBOLAK BALIK HATI!!!
GAR TETEUP………..ISTIQOMAH!!!!
BE A GOOD MOLSEM OR DIE AS SYUHADA!
Ada banyak ruang di hati kita. Ada ruang untuk berkeluh kesah. Ada ruang untuk berduka. Ada ruang untuk merasa kesepian. Ada ruang untuk merasa lega. Ada ruang untuk berbahagia. Ada ruang untuk rasa-rasa tak bernama. Dan begitu banyak ruang untuk setiap jeda dalam hidup kita.
But, life is about choosing wisely, rite ?
Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya
Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.